Bekas: antara barang lama dan sisa jejak
Bekas adalah sesuatu yang tertinggal setelah dipakai atau terjadi, seperti bekas luka; kata ini juga berarti sudah pernah dipakai atau dahulu.
Bekas adalah kata dengan beberapa wajah. Ia bisa berarti jejak yang tertinggal, barang yang sudah dipakai, atau orang yang dahulu menduduki jabatan. Ketiganya sama-sama menunjuk sesuatu yang telah berlalu, tetapi rasanya berbeda.
- Sisa atau jejak. *Bekas luka itu masih terlihat.*
- Sudah pernah dipakai. *Ia membeli sepeda bekas.*
- Dahulu pernah menjadi. *Bekas camat itu kini tinggal di desa.*
Frasa dengan bekas
| Frasa | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| bekas luka | jejak setelah luka sembuh | Bekas luka itu memudar. |
| barang bekas | barang yang pernah dipakai | Pasar menjual barang bekas. |
| bekas tapak kaki | jejak kaki | Ada bekas tapak kaki di pasir. |
| bekas rumah | bangunan lama | Bekas rumah itu tinggal pondasi. |
| bekas murid | murid dahulu | Ia bertemu bekas muridnya. |
Contoh bekas dalam kalimat
- Lantai itu berbekas air hujan.Bentuk berbekas berarti meninggalkan jejak.
- Mobil bekas itu masih bagus.Bahasa jual beli, netral.
- Dia bekas pemain nasional.Pemakaian untuk orang; sebaiknya diganti mantan bila ingin hormat.
Bekas atau mantan?
Untuk orang dan jabatan, bekas dan mantan berbeda rasa. Mantan terdengar netral dan hormat, sedangkan bekas bisa terasa merendahkan. Itulah sebabnya kita menulis *mantan presiden* dan *mantan pemain*, tetapi *bekas narapidana* atau *bekas luka*. Untuk benda, bekas tidak bermasalah: *buku bekas*, *pakaian bekas*. Kata ini juga dekat dengan luka dan jejak, dua hal yang sering meninggalkan bekas.
Mana yang lebih sopan, bekas atau mantan?
Mantan lebih sopan untuk orang atau jabatan. Bekas lebih pas untuk benda atau jejak.
Apakah bekas bisa berarti kotor?
Tidak sendirinya. Bekas hanya berarti sudah pernah dipakai atau meninggalkan jejak; kebersihannya tergantung benda.