Pasal: bagian aturan dan kata lain di percakapan
Pasal adalah bagian dari undang-undang atau perjanjian yang memuat satu ketentuan tersendiri, biasanya bernomor.
Buku undang-undang tersusun dari banyak pasal. Pasal adalah satuan bernomor dalam peraturan atau perjanjian yang memuat satu ketentuan. Kamu menemuinya dalam hukum negara, juga pada aturan organisasi dan perjanjian kerja.
- Bagian bernomor dari aturan. *Pasal 1 menjelaskan istilah.*
- Pokok persoalan (ragam lama). *Pasal itu sudah dibahas kemarin.*
- Ketentuan yang multitafsir (pasal karet). *Pasal karet dikritik karena kabur.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| pasal | dasar | pasal 28 |
| berpasal | memiliki pasal | aturan berpasal banyak |
| pasal demi pasal | satu per satu | dibahas pasal demi pasal |
| pasal karet | pasal yang bisa ditarik-tarik | pasal karet dikritik |
| ayat | bagian dari pasal | pasal 5 ayat 2 |
| bab | kelompok pasal | bab I ketentuan umum |
Contoh dalam kalimat
- Hakim mengutip pasal yang relevan dalam putusannya.Kutipan resmi memakai nomor pasal.
- Anggota dewan membahas rancangan itu pasal demi pasal.Frasa pasal demi pasal berarti terperinci.
- Mereka menandatangani perjanjian yang terdiri atas sepuluh pasal.Pasal dipakai pada kontrak.
Pasal, ayat, bab, dan makna lain
- Susunan peraturan: bab memuat beberapa pasal, pasal memuat beberapa ayat.
- Penulisan bakunya: Pasal 5 ayat (2), dengan huruf kapital P bila diikuti nomor.
- Dalam bahasa Betawi dan Melayu lama, pasal juga berarti perihal, seperti pasal apa?
- Pasal karet adalah istilah media bagi ketentuan yang terlalu longgar sehingga mudah ditafsirkan sepihak.
- Dalam rapat, anggota biasanya membacakan isi pasal sebelum mengambil keputusan.
Apa beda pasal dan ayat?
Pasal adalah satuan utama, sedangkan ayat adalah anak bagiannya. Contoh Pasal 7 ayat 3 berarti ayat ketiga dari pasal ketujuh.
Apa arti pasal karet?
Pasal karet adalah ketentuan yang rumusannya longgar dan bisa ditafsirkan ke banyak arah.