Tuju dan tujuh: satu huruf yang mengubah arti
Tuju adalah kata dasar yang berarti arah yang dihadapi; bentuk turunannya menuju, tujuan, dan tertuju sangat sering dipakai.
Kata tuju jarang berdiri sendiri, tetapi muncul dalam kata yang sangat umum. Ia adalah akar dari menuju, tujuan, dan tertuju, yang semuanya berurusan dengan arah. Dengan memahami akar ini, kamu dapat menebak makna kata turunannya. Bayangkan seseorang berjalan ke satu arah: itulah gambaran dasar tuju, dan imbuhan hanya menambahkan keterangan tentang siapa, bagaimana, atau untuk apa gerakan itu.
- Arah yang dihadapi. *Kapal itu menuju pelabuhan.*
- Hal yang hendak dicapai. *Tujuan belajarnya jelas.*
- Sasaran perhatian. *Semua mata tertuju pada panggung.*
Bentuk kata turunan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| menuju | bergerak ke arah | Kereta menuju stasiun. |
| menujukan | mengarahkan | Ia menujukan surat itu kepada guru. |
| tertuju | terarah | Pandangannya tertuju ke luar. |
| tujuan | sasaran | Tujuan perjalanan kami Bali. |
| bertujuan | memiliki tujuan | Kegiatan ini bertujuan baik. |
Contoh dalam kalimat
- Bus ini menuju terminal Bandung.Informasi perjalanan.
- Perhatian semua penonton tertuju pada pemain itu."Tertuju" menunjukkan arah perhatian.
- Kegiatan ini bertujuan menjaga kebersihan lingkungan.Bahasa resmi.
Tuju atau tujuh?
Huruf h di akhir kata mengubah segalanya. Tuju berkaitan dengan arah, sedangkan tujuh adalah bilangan setelah enam. Kesalahan ini sering muncul dalam tulisan terburu-buru, misalnya "pukul tuju" yang seharusnya "pukul tujuh". Pasangan lain yang mirip ialah *tujuan* dan *tujuh*. Untuk mengingatnya, ingat bahwa tujuan selalu punya arah, dan dalam sebuah perjalanan kamu perlu tahu apa yang dituju.
Apakah tuju bisa dipakai sendiri?
Jarang. Dalam bahasa baku, kata ini lazim hadir dengan imbuhan seperti me-, ter-, atau -an.
Apa beda menuju dan menujukan?
Menuju berarti bergerak ke arah tertentu, sedangkan menujukan berarti mengarahkan sesuatu kepada orang atau tempat.