Total: jumlah keseluruhan dan pemakaiannya
Total berarti jumlah keseluruhan, atau sebagai kata sifat berarti menyeluruh dan sepenuhnya.
Total dipakai sejak bangku sekolah dasar untuk menyebut hasil penjumlahan. Kata ini bisa menjadi kata benda (jumlah keseluruhan) maupun kata sifat (seluruhnya, tanpa sisa). Padanan baku yang sering dipakai bersama adalah jumlah.
- Jumlah keseluruhan (kata benda). *Total belanjaan Rp150.000.*
- Menyeluruh, sepenuhnya (kata sifat). *Kerusakan total.*
- Secara menyeluruh (kata keterangan). *Rumah itu hancur total.*
Kata turunan dan gabungan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| total | jumlah keseluruhan | Total biaya naik. |
| totalitas | keseluruhan; kesungguhan penuh | Ia bermain dengan totalitas. |
| total harga | jumlah yang harus dibayar | Total harga naik. |
| subtotal | jumlah sebagian | Subtotal belum termasuk pajak. |
| total kerugian | gabungan lazim | Total kerugian mencapai miliaran. |
Total dalam kalimat
- Berapa total yang harus saya bayar?Kalimat tanya di kasir, ragam santai.
- Kota itu lumpuh total akibat banjir.Total sebagai kata keterangan penguat.
- Totalitasnya di lapangan patut dipuji.Totalitas dipakai untuk kesungguhan.
Serapan dari bahasa Belanda
Kata ini masuk dari bahasa Belanda *totaal*, yang berakar dari bahasa Latin *totalis* "seluruh". Perhatikan bahwa dalam bahasa Indonesia *total* juga dipakai sebagai penguat, misalnya "gagal total", sedangkan dalam bahasa Inggris pola serupa lebih jarang. Penulisan baku tetap *total*, bukan *totall* atau *tottal*.
Di sekolah, kamu mungkin mengerjakan soal "hitung total harga". Dalam bahasa lisan, orang kadang menyingkat jawaban menjadi "totalnya sepuluh ribu". Pemakaian seperti itu wajar dan berterima, selama konteks percakapannya jelas.
Apa beda total dan jumlah?
Dalam banyak kalimat keduanya bisa bertukar. Jumlah lebih umum, sedangkan total sering menekankan hasil akhir semua unsur.
Apakah "total keseluruhan" boros kata?
Ya, karena total sudah berarti keseluruhan. Cukup tulis total saja.