Takhta, bukan tahta: kursi kekuasaan raja
Takhta adalah tempat duduk raja atau ratu pada upacara resmi, dan juga berarti kedudukan sebagai penguasa. Ejaan bakunya takhta, bukan tahta.
Takhta adalah kursi kebesaran raja atau ratu, dan juga kedudukan sebagai penguasa. Orang yang naik takhta menerima kekuasaan, sedangkan orang yang turun takhta melepaskannya. Kata ini sering muncul dalam sejarah kerajaan, berita, dan cerita. Takhta biasanya berada di dalam istana, tempat upacara kenegaraan dilangsungkan.
- Kursi kebesaran penguasa. *Raja duduk di atas takhta emas.*
- Kedudukan sebagai penguasa. *Pangeran muda itu naik takhta pada usia dua puluh tahun.*
- Kedudukan tertinggi dalam suatu bidang (kiasan). *Tim itu merebut takhta juara bertahan.*
Kata turunan dan ungkapan
| Bentuk | Kelas kata | Arti |
|---|---|---|
| takhta | nomina | kursi atau kedudukan penguasa |
| bertakhta | verba | duduk di takhta |
| menakhtakan | verba | menobatkan di takhta |
| naik takhta | frasa | mulai berkuasa |
| turun takhta | frasa | melepaskan kekuasaan |
Takhta dalam kalimat
- Sang ratu bertakhta selama empat puluh tahun.Ragam sejarah dan sastra.
- Pangeran itu menunggu saat naik takhta.Frasa naik takhta lazim di berita kerajaan.
- Juara baru merebut takhta dari pemegang gelar lama.Pemakaian kiasan di olahraga.
Mengapa ejaannya takhta?
Bentuk baku menurut KBBI adalah takhta, bukan *tahta*. Kata ini berasal dari bahasa Persia *takht* yang masuk lewat bahasa Arab, dan huruf *kh* mempertahankan bunyi aslinya. Bentuk *tahta* memang banyak terlihat di media sosial, tetapi hanya takhta yang sesuai KBBI. Dari kata yang sama lahir istilah *Takhta Suci* untuk pusat kepemimpinan Gereja Katolik.
Apakah takhta atau tahta yang benar?
Yang baku adalah takhta. Bentuk tahta sering muncul dalam tulisan sehari-hari, tetapi tidak sesuai KBBI.
Apa arti bertakhta?
Bertakhta berarti duduk di takhta atau memegang kekuasaan, misalnya seorang raja yang bertakhta puluhan tahun.