Pura atau pura-pura? Kuil Bali dan sandiwara kecil
Pura adalah tempat ibadah umat Hindu, terutama di Bali; kata ulang pura-pura berarti berlagak.
Wisatawan yang berkunjung ke Bali pasti bertemu dengan pura. Kata yang sama, bila diulang menjadi pura-pura, berarti berlagak, dan keduanya tidak berhubungan. Dua kata yang tampak mirip, tetapi memiliki asal yang berbeda.
- Tempat ibadah umat Hindu. *Pura Besakih adalah pura terbesar di Bali.*
- Berlagak atau berpura-pura (bentuk ulang). *Dia pura-pura tidur.*
- Unsur nama kota (dari Sanskerta). *Singapura dan Jayapura.*
Bentuk kata
| Bentuk | Kelas kata | Arti |
|---|---|---|
| pura | nomina | tempat ibadah Hindu |
| pura-pura | adverbia | berlagak |
| berpura-pura | verba | bersikap tidak sebenarnya |
| kepura-puraan | nomina | sikap pura-pura |
| Singapura | nama | kota singa |
Contoh dalam kalimat
- Kami mengikuti upacara di pura saat purnama.Pura sebagai tempat ibadah.
- Dia pura-pura tidak mendengar panggilan itu.Pura-pura: ragam percakapan sehari-hari.
- Kepura-puraan itu akhirnya terbongkar.Bentuk nomina yang lebih formal.
Pura, puri, dan kota-kota
Menurut Wiktionary, kata pura berasal dari bahasa Sanskerta *pura* yang berarti kota atau benteng. Itulah mengapa nama kota di Asia sering berakhiran pura, seperti Singapura, yang berarti kota singa. Di Bali, pura menjadi rumah ibadah, sedangkan puri adalah tempat tinggal bangsawan. Dalam bahasa Indonesia umum, kuil dipakai untuk tempat ibadah agama Hindu, Buddha, dan lainnya. Adapun pura-pura dipakai sebagai kata ulang yang berbeda artinya, tanpa makna kota atau tempat ibadah. Saat berkunjung ke pura di Bali, pengunjung biasanya diminta memakai kain dan selendang sebagai tanda hormat. Aturan ini berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali, termasuk wisatawan asing.
Apa beda pura dan kuil?
Pura khusus untuk tempat ibadah umat Hindu di Bali; kuil lebih umum untuk berbagai agama.
Apakah pura-pura sama dengan bohong?
Tidak selalu. Pura-pura berarti berlagak, sering dilakukan dalam permainan, tanpa niat menipu.