Dari penanda diri sampai nama baik, inilah kata nama
Nama adalah kata untuk menyebut seseorang, benda, tempat, atau gagasan. Nama juga bisa berarti reputasi.
Nama mungkin kata pertama yang kamu pelajari untuk dirimu sendiri. Dalam bahasa Indonesia, nama tak hanya label, tetapi juga nilai: nama baik dijaga lebih keras daripada harta. Itulah sebabnya kata ini muncul di banyak ungkapan.
- Kata untuk menyebut seseorang atau sesuatu. *Siapa nama adikmu?*
- Reputasi. *Ia menjaga nama baik keluarganya.*
- Gelar atau sebutan. *Atas nama sekolah, kami mengucapkan terima kasih.*
Bentuk kata
| Bentuk | Kelas kata | Arti |
|---|---|---|
| bernama | verba | mempunyai nama |
| menamai | verba | memberi nama |
| dinamai | verba | diberi nama |
| penamaan | nomina | proses atau hasil memberi nama |
| ternama | adjektiva | terkenal |
Contoh dalam kalimat
- Anak kucing itu kami namai Si Belang.Menamai memakai objek, lalu nama tanpa kata depan.
- Ia dokter ternama di kotanya.Ternama berarti terkenal, bernuansa positif.
- Surat ini dibuat atas nama panitia.Atas nama dipakai dalam konteks resmi.
Peribahasa tentang nama
Ada peribahasa yang mengajarkan nilai ini: *harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.* Artinya orang akan dikenang karena perbuatannya. Nama diri berbeda dengan gelar: gelar menunjukkan pendidikan atau kedudukan. Di beberapa daerah, seperti Batak, nama keluarga disebut marga. Kata nama berasal dari bahasa Sanskerta nฤma. Di sekolah, kamu belajar membedakan nama diri (Rina, Jakarta) yang diawali huruf kapital dan nama jenis (kucing, kota) yang ditulis kecil. Aturan ini membantu menulis dengan benar sejak dini.
Apa beda nama dan julukan?
Nama dipakai secara resmi, sedangkan julukan diberikan orang lain karena sifat atau kebiasaan.
Apakah semua orang Indonesia punya nama keluarga?
Tidak. Banyak orang, terutama di Jawa, hanya memakai satu nama atau nama tanpa marga.