Mal, bukan mall: pusat belanja dan cetakan
Mal adalah pusat perbelanjaan yang menggabungkan banyak toko dalam satu bangunan. Kata ini diserap dari bahasa Inggris mall, dan ada pula mal sebagai cetakan dari bahasa Belanda.
Akhir pekan di kota besar sering berarti pergi ke mal. Mal adalah bukti bahwa belanja, makan, dan hiburan bisa dikumpulkan dalam satu atap. Dalam bahasa baku, ejaannya mal, bukan *mall*, dan KBBI mencatatnya sebagai kata benda.
- Pusat perbelanjaan. *Kami berjalan-jalan di mal sore ini.*
- Cetakan atau pola (Belanda: mal). *Tukang jahit memakai mal kertas.*
- Awalan untuk yang buruk (mal-). *Malnutrisi berarti gizi buruk.*
Bentuk kata
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| mal | pusat belanja | Mal baru. |
| mal | cetakan atau pola | Mal baju. |
| malnutrisi | gizi buruk | Malnutrisi anak. |
| malfungsi | tidak berfungsi baik | Alat itu malfungsi. |
| pergi ke mal | berkunjung ke pusat belanja | Ia pergi ke mal. |
Contoh dalam kalimat
- Setiap Sabtu keluarga kami makan malam di mal.Mal sebagai tujuan akhir pekan.
- Penjahit menggunting kain mengikuti mal.Arti cetakan, jarang di luar bidang menjahit.
- Mal itu punya tiga lantai dan bioskop.Deskripsi sederhana sebuah mal.
Mal, mall, dan awalan mal-
Ejaan baku menyesuaikan *mall* menjadi mal, sesuai pola serapan seperti *tim* dan *jip*. Pusat belanja di Indonesia sering disebut juga *pusat perbelanjaan*, pasar swalayan, atau *plaza*, walaupun maknanya tidak persis sama. Awalan *mal-* dalam malpraktik dan malnutrisi berasal dari bahasa Latin *malus*, yang berarti buruk, sehingga tidak berkaitan dengan mal sebagai tempat belanja. Perhatikan konteks sebelum mengartikannya, terutama saat membaca teks tentang belanja atau teks teknis.
Mana yang baku, mal atau mall?
Yang baku adalah mal. Mall hanya muncul sebagai nama merek atau dalam teks bahasa Inggris.
Apakah awalan mal- berhubungan dengan mal?
Tidak. Awalan mal- berarti buruk atau salah, sedangkan mal adalah tempat berbelanja.