Lin: sebutan angkot di sebagian daerah
Lin adalah serapan dari kata line yang dipakai di beberapa kota, antara lain Surabaya, untuk menyebut jalur atau kendaraan angkutan kota.
Di Surabaya, orang bertanya *Lin apa yang ke terminal?* ketika mereka mencari angkutan kota. Lin adalah contoh kata yang tampak asing, tetapi sebenarnya hanya bunyi line yang disesuaikan. Kata ini jarang muncul di bahasa baku, tetapi hidup kuat dalam percakapan lokal.
- Jalur atau rute angkutan kota (regional). *Lin O melewati terminal.*
- Kendaraan angkutan kota (regional). *Aku naik lin dari pasar.*
Bentuk kata
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| lin | jalur angkot | Lin P. |
| lin kota | angkutan dalam kota | Lin kota penuh. |
| naik lin | menumpang angkot | Naik lin pagi. |
| sopir lin | pengemudi angkot | Sopir lin ramah. |
| rute lin | jalur trayek | Rute lin berbeda. |
Contoh dalam kalimat
- Kamu naik lin apa untuk ke kampus?Pertanyaan yang lazim di Surabaya.
- Lin itu lewat setiap lima menit.Kata lin dipakai tanpa kata pengantar.
- Pak sopir, lin ini berhenti di pasar?Cara sopan bertanya kepada pengemudi.
Lin, angkot, dan bemo
Bahasa Indonesia punya banyak nama untuk kendaraan umum kecil: *angkot* (angkutan kota) di Jawa Barat dan Jakarta, *mikrolet* di Jakarta, *bemo* di beberapa kota, dan lin di Surabaya. Nama itu sering berasal dari kata asing yang diubah ejaannya, dan lin berasal dari bahasa Inggris *line*. Itulah sebabnya kamu perlu mengenali konteks sebelum menerjemahkannya. Selain itu, lin dapat dipakai sebagai nama orang, sehingga pembaca harus melihat apakah kata itu berdiri di antara kata lain seperti rute atau sopir.
Apakah lin ada di seluruh Indonesia?
Tidak. Kata ini terutama dikenal di Surabaya dan sekitarnya. Di daerah lain, orang lebih sering mengatakan angkot, mikrolet, atau bemo.
Apakah lin termasuk bahasa baku?
Tidak. Lin termasuk kosakata regional dan percakapan, sedangkan bahasa baku memakai angkutan kota.