Klien: orang yang memakai jasa profesional
Klien adalah orang atau pihak yang memakai jasa seorang profesional, misalnya pengacara, desainer, atau konsultan. Kata ini berbeda dari pembeli barang.
Seorang desainer, arsitek, dan pengacara punya satu kesamaan: mereka melayani klien. Klien membayar untuk keahlian dan waktu, bukan hanya untuk barang yang bisa dibawa pulang. Itulah sebabnya kata ini dipakai untuk jasa, sedangkan pembeli lebih cocok untuk barang.
- Pihak yang memakai jasa profesional. *Klien itu meminta revisi logo.*
- Orang yang dibela oleh pengacara. *Pengacara bertemu kliennya pagi ini.*
- Pelanggan tetap suatu usaha jasa. *Klien lama mendapat potongan harga.*
Bentuk kata
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| klien | pemakai jasa (kata dasar) | Klien baru. |
| kliennya | klien milik pihak tertentu | Kliennya puas. |
| klien-klien | banyak klien | Klien-klien bank. |
| klien tetap | klien yang berlangganan | Klien tetap kami. |
| klien potensial | calon pemakai jasa | Klien potensial menghubungi kami. |
Klien dalam kalimat
- Pengacara itu menyiapkan berkas untuk kliennya.Klien lazim muncul dalam urusan hukum.
- Studio desain kami melayani klien dari berbagai kota.Pemakaian pada bidang kreatif.
- Kepuasan klien adalah prioritas utama.Ungkapan tetap dalam dunia usaha.
Dari Roma ke kantor modern
Kata klien diserap dari bahasa Belanda *cliΓ«nt*, yang berasal dari bahasa Latin *cliens*. Di Roma kuno, cliens adalah orang yang berada di bawah perlindungan seorang patron. Maknanya jauh berbeda dari klien modern yang setara dengan penyedia jasa, tetapi hubungan saling bergantung masih terasa. Pembedaan ini membantu kita memilih kata: untuk toko dan barang pakailah pembeli, untuk layanan keahlian pakailah klien.
Apa bedanya klien dan pelanggan?
Pelanggan lebih umum untuk pembeli berulang. Klien lebih sering dipakai untuk jasa profesional.
Apakah klien sama dengan pasien?
Tidak. Pasien menerima perawatan medis, sedangkan klien memakai jasa profesional lain.