Ketawa atau tertawa? Soal prefiks ke- dan ter-
Ketawa adalah bentuk percakapan dari tertawa, yaitu mengeluarkan suara dan ekspresi karena merasa geli atau senang.
Ketawa dipakai orang sehari-hari untuk mengungkapkan reaksi geli, sama seperti tertawa. Dalam tulisan resmi, bentuk yang dianjurkan adalah tertawa. Awalan ke- pada ketawa adalah ciri bahasa lisan Jakarta yang menggantikan ter-.
- Tertawa (percakapan). *Dia ketawa melihat tingkahku.*
- Menertawakan. *Jangan ketawain temanmu.*
- Bentuk dasar: tawa. *Suara tawanya terdengar sampai luar.*
Bentuk kata
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | tawa | suara tanda gembira |
| ter- | tertawa | mengeluarkan tawa (baku) |
| ke- (lisan) | ketawa | tertawa (percakapan) |
| me-kan | menertawakan | menjadikan bahan tawa |
| Frasa | terbahak-bahak | tertawa keras sekali |
Ketawa dalam kalimat
- Kami ketawa sampai sakit perut.Percakapan santai antarteman.
- Dia tertawa lepas mendengar lelucon itu.Bentuk baku untuk tulisan.
- Jangan menertawakan kesalahan orang lain.Menertawakan butuh objek orang atau hal.
Awalan ke- dalam bahasa lisan
Dalam ragam Betawi, ter- pada banyak verba sering berubah menjadi ke-: *ketabrak* (tertabrak), *kebawa* (terbawa), *keburu* (terburu). Maka *ketawa* mengikuti pola itu dan bukan kata yang keliru. Hanya saja, ragam baku mengutamakan ter-. Dalam tulisan resmi, kata dasar tawa dipakai bersama awalan baku. Karena banyak film dan sinetron memakai ragam Jakarta, bentuk lisan ini menyebar ke seluruh negeri. Pola yang sama terlihat pada kata lain, misalnya kelupaan, ketiduran, dan kepikiran, yang sering muncul dalam percakapan, pesan singkat, dan unggahan media sosial, tetapi jarang ditemukan dalam karya ilmiah.
Apakah ketawa kata yang salah?
Bukan salah, tetapi ragam percakapan. Dalam tulisan baku gunakan tertawa.
Apa beda tertawa dan menertawakan?
Tertawa tidak perlu objek; menertawakan berarti menjadikan sesuatu bahan tawa.