Jiwa: nyawa, roh, dan hitungan penduduk
Jiwa adalah roh yang menghidupkan manusia, sekaligus kata untuk menghitung orang dalam statistik penduduk.
Kata jiwa sering kita pakai tanpa menyadari betapa luas maknanya. Dalam satu bahasa, kata ini bisa berarti roh yang tak terlihat dan juga bilangan orang yang dihitung dalam sensus. Asalnya dari bahasa Sanskerta *jฤซva* yang bermakna kehidupan.
- Roh atau nyawa manusia. *Petugas itu menolong jiwa korban.*
- Batin dan perasaan. *Seniman memiliki jiwa yang peka.*
- Semangat. *Dia berjiwa muda walau sudah lanjut usia.*
- Satuan hitung orang. *Desa itu dihuni seribu jiwa.*
Bentuk turunan
| Bentuk | Kelas kata | Arti |
|---|---|---|
| jiwa | nomina | roh; batin; orang |
| berjiwa | adjektiva | memiliki jiwa tertentu |
| kejiwaan | nomina | hal yang menyangkut batin |
| jiwa raga | frasa | seluruh diri manusia |
| sejiwa | adjektiva | sehati; sepaham |
| menjiwai | verba | meresapi dengan sepenuh batin |
Contoh kalimat
- Pemeran utama menjiwai peran dengan sangat baik.Menjiwai sering dipakai dalam seni peran.
- Ia berjiwa besar dan mudah memaafkan.Kombinasi berjiwa + adjektiva menyatakan sifat.
- Kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa.Frasa baku di berita; korban jiwa berarti korban meninggal.
Jiwa dan hal yang berdekatan
Bandingkan jiwa dengan nyawa, yang lebih menekankan hidup secara jasmani, dan raga, yang berarti tubuh. Ungkapan jiwa raga mengumpulkan keduanya sehingga bermakna seluruh keberadaan seseorang. Dalam statistik, "seribu jiwa" dipakai karena kata orang dianggap kurang resmi.
Apa bedanya jiwa dan nyawa?
Nyawa adalah daya hidup yang membuat tubuh bernapas. Jiwa lebih luas karena mencakup perasaan dan pikiran.
Mengapa penduduk dihitung dengan jiwa?
Itu ragam resmi yang sudah dipakai lama dalam sensus dan laporan pemerintah.