Induk: ibu bagi hewan dan pusat bagi organisasi
Induk adalah ibu bagi hewan, atau bagian utama yang menaungi bagian lain, seperti induk perusahaan atau induk kalimat.
Induk adalah sebutan untuk ibu bagi hewan, tetapi juga untuk bagian pokok yang menaungi bagian lain. Jika manusia punya ibu, ayam dan kucing punya induk. Dalam bahasa Indonesia modern, kata ini meluas ke dunia organisasi, bahasa, dan bisnis, sehingga kita mengenal induk perusahaan dan induk kalimat.
- Ibu hewan (nomina). *Induk ayam menjaga anak-anaknya.*
- Pokok atau pusat (nomina). *Induk organisasi berada di Jakarta.*
- Bagian utama dalam tata bahasa (nomina). *Induk kalimat dilengkapi anak kalimat.*
Gabungan dan bentuk kata
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| induk | ibu hewan; pokok | Induk kucing. |
| induk semang | pemilik rumah sewa | Induk semang menaikkan sewa. |
| induk perusahaan | perusahaan pemilik anak perusahaan | Induk perusahaan itu besar. |
| induk kalimat | bagian utama kalimat majemuk | Tentukan induk kalimatnya. |
| berinduk | mempunyai induk | Ia berinduk pada organisasi. |
Contoh dalam kalimat
- Induk kucing membawa anaknya berpindah dengan menggigit tengkuk mereka.Induk dipakai untuk hewan.
- Induk organisasi menugaskan cabang untuk mengadakan lomba.Ragam formal.
- Pemilik rumah sewa disebut induk semang.Istilah ini terdengar agak kuno.
Induk, ibu, dan anak
Pasangan induk biasanya anak, seperti anak ayam atau anak perusahaan. Untuk manusia kita memakai ibu. Memakai induk untuk manusia dapat terdengar kasar, kecuali dalam istilah lama seperti induk semang. Dalam pertanian, kita juga mengenal pohon induk, yaitu pohon yang menjadi sumber bibit atau stek.
Bolehkah induk dipakai untuk manusia?
Sebaiknya tidak, kecuali dalam istilah tetap seperti induk semang. Gunakan ibu.
Apa beda induk dan ibu?
Induk untuk hewan dan hal yang bersifat pokok, ibu untuk manusia.