Ego: aku dalam psikologi dan percakapan
Ego adalah kesadaran seseorang tentang dirinya sendiri; dalam percakapan, ego sering berarti rasa penting diri yang berlebihan.
Ego berasal dari bahasa Latin yang berarti aku. Dalam ilmu jiwa, ego adalah bagian diri yang mengatur keinginan dan kenyataan; dalam obrolan, ia sering berarti harga diri yang terlalu tinggi. Dua arti ini berjalan berdampingan di kamus.
- Diri atau kesadaran akan diri. *Ego manusia berkembang sejak masa kanak-kanak.*
- Rasa penting diri. *Ego yang besar menyulitkan kerja sama.*
- Istilah psikologi. *Dalam teori Freud, ego menengahi keinginan dan kenyataan.*
Kata turunan
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | ego | diri; rasa penting diri |
| Sifat | egois | mementingkan diri sendiri |
| Paham | egoisme | sikap mementingkan diri sendiri |
| Sifat | egosentris | berpusat pada diri sendiri |
| Gabungan | menurunkan ego | bersikap lebih rendah hati |
Ego dalam kalimat
- Ia harus menurunkan ego agar kerja sama berjalan baik.Ungkapan nasihat.
- Sifat egois membuat dia kehilangan banyak teman.Egois: kata sifat.
- Menurut psikologi, ego membantu seseorang menghadapi kenyataan.Istilah ilmiah.
Ego, egois, dan egosentris
Ketiga kata ini sering tertukar. *Ego* menyebut bagian diri, *egois* menggambarkan orang yang hanya memikirkan dirinya, dan *egosentris* menggambarkan cara berpikir yang berpusat pada diri. Anak kecil wajar egosentris karena perkembangan, tetapi orang dewasa yang egois biasanya dinilai kurang peduli. Bahasa Indonesia memang sering memakai ego dalam kalimat seperti *ego sektoral*, yaitu kepentingan satu bagian yang mengalahkan kepentingan bersama. Kata terkait lain dapat dilihat pada sifat dan jiwa.
Apakah ego sama dengan egois?
Tidak. Ego adalah nama bagian diri; egois adalah sifat.
Apa itu ego sektoral?
Sikap suatu unit yang lebih mementingkan kepentingannya daripada kepentingan bersama.