Buruan: hewan yang dikejar, halaman, dan seruan cepat
Buruan adalah binatang yang dikejar atau diburu; dalam ragam santai juga berarti ayo cepat.
Kata buruan mempunyai tiga wajah. Dalam bahasa baku, buruan adalah hewan yang diburu, sementara dalam percakapan Jakarta buruan sering dipakai sebagai seruan cepat, dan dalam bahasa Sunda buruan berarti halaman. Ketiga makna ini ditentukan oleh konteks kalimat, bukan oleh ejaannya. Dasarnya adalah buru yang berarti mengejar.
- Hewan yang diburu. *Rusa menjadi buruan harimau.*
- Seruan cepat (percakapan). *Buruan, nanti ketinggalan bus!*
- Halaman (bahasa Sunda). *Anak-anak bermain di buruan.*
Satu kata, tiga makna
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| buruan | dasar | buruan harimau |
| buru | dasar kata | buru hewan |
| memburu | mengejar | memburu tikus |
| diburu | pasif | diburu pemangsa |
| buru-buru | tergesa-gesa | jangan buru-buru |
| pemburu | orang yang berburu | pemburu rusa |
Contoh dalam kalimat
- Burung hantu menjadikan tikus sebagai buruan.Arti baku: hewan yang diburu.
- Buruan dong, kita sudah hampir telat!Percakapan santai, nadanya mendesak.
- Di kampung nenek ada pohon mangga di buruan.Pemakaian dalam bahasa Sunda.
Satu kata, tiga makna
- Dalam ragam baku, buruan adalah hasil perburuan atau hewan yang dikejar.
- Dalam percakapan sehari-hari, kata ini diucapkan sebagai ajakan agar bergerak lebih cepat.
- Dalam bahasa Sunda, buruan berarti halaman rumah, tidak berhubungan dengan berburu.
- Pemakaian sebagai seruan kurang cocok dalam tulisan resmi atau surat dinas.
Apakah buruan dan buru-buru sama?
Berkaitan, tetapi buru-buru berarti tergesa-gesa, sedangkan buruan sebagai seruan berarti ayo cepat.
Apakah buruan boleh dipakai di kelas?
Sebagai seruan, sebaiknya dihindari di situasi formal.
Dari mana kata buru berasal?
Buru adalah kata dasar bahasa Melayu yang berarti mengejar. Dari sinilah muncul memburu, pemburu, dan buruan.