Berkat: karena baik, bukan akibat buruk
Berkat dipakai sebagai kata depan untuk menyatakan sebab yang menguntungkan; juga berarti karunia dari Tuhan.
Kita memakai berkat untuk mengucap terima kasih secara tidak langsung. Berkat menandai sebab yang menguntungkan, jadi akibat buruk tidak diawali dengan berkat melainkan dengan gara-gara atau akibat. Selain itu, berkat adalah kata benda untuk karunia. Hubungannya dengan berkah sangat dekat.
- Karena bantuan atau jasa (kata depan). *Berkat kerja keras, tim itu menang.*
- Karunia atau doa restu (kata benda). *Ia mendapat berkat dari gurunya.*
- Rahmat yang dilimpahkan. *Berkat Tuhan menyertai kita.*
Berkat dan kata sebab lain
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| berkat | dasar | berkat bantuan |
| memberkati | memberi karunia | memberkati pasangan |
| diberkati | pasif | diberkati dengan sehat |
| berkat Tuhan | karunia Ilahi | berkat Tuhan menyertai |
| pemberkatan | upacara pemberkatan | pemberkatan nikah |
Contoh dalam kalimat
- Berkat doa ibu, ia lulus ujian.Sebab yang menguntungkan, nada terima kasih.
- Pendeta memberkati pasangan itu.Konteks upacara keagamaan.
- Gara-gara hujan, pertandingan ditunda.Bandingkan: bukan berkat, karena sebabnya kurang baik.
Berkat, karena, akibat, dan gara-gara
- Berkat menunjuk sebab yang baik: berkat bantuanmu.
- Karena netral untuk sebab baik maupun buruk.
- Akibat dan gara-gara lazim untuk sebab buruk atau tidak diinginkan.
- Pilihan kata ini terlihat jelas dalam berita: berkat kerja sama warga, banjir cepat surut.
- Perhatikan juga posisinya di awal kalimat: setelah berkat biasanya langsung ada kata benda, misalnya berkat usaha, bukan kata kerja.
Apakah boleh berkat dipakai untuk sebab buruk?
Biasanya tidak, kecuali ironis. Gunakan akibat atau gara-gara untuk sebab buruk.
Apa beda berkat dan [nikmat](/dictionary/nikmat)?
Berkat menunjuk sebab atau karunia, nikmat menunjuk kesenangan yang dirasakan.