Bahtera: kapal besar dan perumpamaan rumah tangga
Bahtera adalah kapal atau perahu besar. Dalam bahasa sastra, kata ini sering dipakai untuk melambangkan rumah tangga, seperti pada ungkapan bahtera rumah tangga.
Bahtera adalah kapal atau perahu besar, tetapi kata ini jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari. Kita paling sering menemukannya dalam ungkapan bahtera rumah tangga, yaitu perumpamaan pernikahan sebagai kapal yang harus dilayarkan berdua. Kata ini hidup dalam pidato, doa, dan sastra. Sinonimnya ialah kapal dan perahu.
- Kapal atau perahu besar. *Bahtera itu berlayar menuju timur.*
- Kapal Nabi Nuh (dalam sastra). *Bahtera Nuh menyelamatkan para makhluk.*
- Kiasan untuk rumah tangga. *Mereka mengarungi bahtera rumah tangga.*
Bentuk kata dan ungkapan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| bahtera | kapal besar | bahtera raksasa |
| bahtera rumah tangga | kehidupan pernikahan | mengayuh bahtera |
| bahtera nuh | kapal dalam kisah banjir | kisah bahtera nuh |
| berbahtera | menaiki bahtera | berbahtera ke seberang |
| bahtera kehidupan | perjalanan hidup | bahtera kehidupan kita |
Contoh dalam kalimat
- Pasangan itu membuka bahtera rumah tangga di kampung halaman.Ungkapan baku di undangan dan pidato pernikahan.
- Bahtera tua itu bersandar di dermaga.Sastra atau naratif; dalam percakapan orang memakai kapal.
- Semoga bahtera kalian selalu dilindungi badai.Doa untuk pengantin, bernuansa resmi.
Asal kata dan nuansa
Bahtera berasal dari bahasa Sanskerta *vahitra*, yang berarti perahu atau kendaraan di air, lalu masuk ke bahasa Melayu. Kata ini termasuk kosakata sastra: kamu hampir tidak pernah mendengarnya di pelabuhan, tetapi sering di pesta pernikahan. Karena itu, memakai bahtera untuk kapal penumpang modern terdengar janggal, kecuali dalam tulisan puitis. Dalam perumpamaan, kapal menggambarkan perjalanan panjang yang butuh dua orang menjaga arah, dan itulah sebabnya kiasan ini bertahan hingga kini.
Apakah bahtera sama dengan kapal?
Maknanya sama, tetapi bahtera terasa kuno dan sastrawi, sedangkan kapal dipakai dalam bahasa sehari-hari.
Mengapa pernikahan disebut bahtera?
Karena pernikahan dibayangkan sebagai pelayaran bersama yang harus dijaga dari ombak dan badai.