Angkuh: mengapa orang tinggi hati dicap sombong
Angkuh adalah sifat merasa diri lebih tinggi daripada orang lain sehingga bersikap sombong dan memandang rendah.
Angkuh menggambarkan seseorang yang menegakkan kepala terlalu tinggi dan jarang mau mendengar orang lain. Berbeda dari bangga, keangkuhan selalu menjatuhkan orang lain. Kata ini lazim dipakai untuk menilai sifat dan sikap seseorang dalam tulisan maupun lisan.
- Sombong dan tinggi hati. *Pemuda itu angkuh terhadap tetangganya.*
- Tidak mau menerima nasihat. *Dengan angkuh ia menolak bantuan.*
- Terlalu yakin pada diri sendiri. *Keangkuhannya membuat tim itu kalah.*
Bentuk kata dan padanan
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | angkuh | sombong, tinggi hati |
| ke-an | keangkuhan | sifat angkuh |
| Sinonim | congkak | sombong dengan sikap meremehkan |
| Sinonim | jemawa | angkuh (bahasa sastra) |
| Lawan | rendah hati | tidak merasa lebih tinggi |
Angkuh dalam kalimat
- Jangan bersikap angkuh hanya karena kamu menang.Nasihat yang umum.
- Keangkuhannya membuat banyak teman menjauh.Nomina berawalan ke- dan akhiran -an.
- Ia menjawab dengan nada angkuh.Menggambarkan cara bicara, bukan orangnya.
Angkuh, bangga, dan percaya diri
Ketiga kata itu berbeda. Rasa bangga bisa positif, misalnya bangga atas prestasi anak. Percaya diri adalah keyakinan akan kemampuan sendiri. Angkuh selalu negatif karena disertai rasa lebih unggul. Ungkapan *tinggi hati* dan *besar kepala* mirip artinya dan lebih santai. Peribahasa *padi makin berisi makin merunduk* menasihati agar orang berilmu tetap rendah hati. Orang yang angkuh biasanya sulit belajar, karena ia merasa tidak ada lagi yang perlu ia ketahui, sedangkan orang yang rendah hati terus mau bertanya dan memperbaiki diri.
Apa lawan kata angkuh?
Rendah hati, yaitu tidak merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Apakah angkuh sama dengan sombong?
Hampir sama; angkuh lebih menekankan sikap menutup diri dan memandang rendah.