Alasan, sebab, dan dalih: tiga kata yang mirip tetapi berbeda
Alasan adalah dasar atau sebab yang dikemukakan untuk membenarkan suatu pendapat atau perbuatan; kadang juga berarti dalih.
Alasan terbentuk dari kata dasar *alas* dengan akhiran -an. Jika alas adalah dasar sebuah benda, alasan adalah dasar sebuah pendapat. Itulah sebabnya kita meminta alasan ketika ingin tahu pijakan seseorang berpikir.
- Dasar atau pijakan suatu pendapat. *Apa alasanmu memilih jurusan itu?*
- Sebab yang dikemukakan. *Alasan keterlambatannya adalah hujan deras.*
- Dalih atau akal-akalan. *Itu hanya alasan supaya tidak datang.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | alas | dasar, pelapis di bawah benda |
| -an | alasan | dasar atau sebab yang dikemukakan |
| ber- | beralasan | mempunyai alasan yang kuat |
| me-i | mengalasi | memberi alas |
| Gabungan | tanpa alasan | tidak ada dasarnya |
Alasan dalam kalimat
- Dia punya alasan yang masuk akal.Netral dan umum.
- Kecurigaan itu sangat beralasan.Beralasan berarti ada dasar yang kuat.
- Ia mencari-cari alasan untuk menunda pekerjaan.Mencari-cari alasan bernada negatif.
Alasan, sebab, dan akibat
Kata sebab menjawab mengapa sesuatu terjadi, sedangkan alasan menjawab mengapa seseorang memilih atau berpendapat. Misalnya, sebab banjir adalah hujan lebat, tetapi alasan seseorang pindah rumah adalah pekerjaan baru. Bahasa Indonesia juga memiliki *dalih* untuk alasan yang dibuat-buat. Akar kata alas mengingatkan bahwa alasan yang baik harus punya dasar yang kokoh. Dalam percakapan sehari-hari, orang juga bertanya kenapa atau mengapa, tetapi dalam tulisan formal alasan lebih lazim dipakai.
Apakah alasan dan sebab sama?
Tidak selalu. Sebab menjelaskan peristiwa; alasan menjelaskan pilihan atau pendapat.
Apa arti beralasan?
Mempunyai alasan atau dasar yang kuat, misalnya kekhawatiran yang beralasan.