Tungku: perapian tradisional dan makna kiasnya

Tungku adalah tempat memasak atau memanaskan sesuatu dengan api, biasanya dari tanah liat atau batu. Kata ini juga dipakai untuk alat pembakar di industri.

Sebelum kompor gas tersebar luas, hampir setiap dapur desa memiliki tungku. Tungku adalah jantung dapur tradisional: tempat api dinyalakan, nasi dimasak, dan keluarga berkumpul. Biasanya tungku terbuat dari tanah liat atau susunan batu, dan bahan bakarnya berupa kayu bakar atau arang.

Bentuk kata dan turunannya

BentukArtiContoh
tungkuperapianTungku tanah liat
tungku tiga batutungku sederhana dari tiga batuDipakai di perkemahan
tungku pembakarantempat membakar bata atau keramikTungku pembakaran genting
tungku listrikpemanas bertenaga listrikDipakai di laboratorium
bertungkumemiliki tungkuRumah bertungku dua

Contoh dalam kalimat

Tungku dalam budaya Minangkabau

Di Minangkabau ada ungkapan *tungku tigo sajarangan*, yang secara harfiah berarti tiga tungku dalam satu perapian. Tiga batu tungku itu melambangkan tiga unsur pimpinan masyarakat: ninik mamak, alim ulama, dan cerdik pandai. Seperti tungku yang hanya kokoh bila ketiga batunya seimbang, begitu pula tatanan adat bila ketiganya sejalan. Dalam kehidupan sehari-hari, kompor telah menggantikan banyak tungku, tetapi ungkapan itu tetap hidup dan sering dikutip dalam pidato adat.

Apakah tungku sama dengan kompor?

Fungsinya mirip, yaitu memasak. Tungku memakai kayu atau arang, sedangkan kompor modern memakai gas, minyak, atau listrik.

Apa itu tungku pembakaran?

Ruang tertutup bersuhu tinggi untuk membakar bata, keramik, kapur, atau melebur logam.

Sumber

WhatsAppXTelegramFacebook

Kata 6 huruf lainnya