Salut: rasa kagum, hormat, dan lapisan
Salut berarti kagum atau hormat kepada seseorang; kata ini juga berarti memberi penghormatan dengan tembakan atau lapisan penutup.
Ketika seseorang bekerja keras dan tidak mengeluh, kita sering berkata, "Salut!" Salut adalah ungkapan kagum dan hormat yang kita tujukan kepada orang yang sikap atau usahanya patut dipuji. Kata ini biasa dipakai dalam percakapan dan di media sosial, mirip dengan hormat.
- Kagum dan hormat. *Aku salut pada ketekunanmu.*
- Memberi hormat (militer). *Tembakan salut dilepaskan.*
- Lapisan penutup (jarang). *Tablet itu bersalut gula.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| salut | kagum | Aku salut padamu. |
| bersalut | berlapis | Kawat itu bersalut karet. |
| menyalut | melapisi | Ia menyalut kue dengan cokelat. |
| salutan | lapisan penutup | Salutan emas tampak berkilau. |
| tembakan salut | penghormatan militer | Tembakan salut dilepaskan. |
Contoh dalam kalimat
- Saya salut pada para relawan yang bekerja sepanjang malam.Ungkapan pujian yang luwes.
- Pasukan melepaskan tembakan salut saat upacara dimulai.Konteks militer atau kenegaraan.
- Obat itu bersalut tipis agar mudah ditelan.Pemakaian teknis, tidak sering dipakai.
Salut dalam percakapan
Kata salut diserap dari bahasa Belanda *saluut* dan *salueren*, yang berarti memberi hormat. Dalam bahasa lisan, kata ini sering berdiri sendiri sebagai seruan, misalnya "Salut!" atau "Salut banget!". Gaya santai seperti itu biasa di kalangan anak muda, tetapi dalam tulisan resmi sebaiknya dipakai kalimat utuh seperti *Kami menyampaikan pujian dan rasa hormat*. Bentuk *bersalut* dan *menyalut* jauh lebih jarang dan lebih bersifat teknis.
Apa arti salut dalam percakapan?
Salut berarti kagum dan hormat kepada seseorang yang sikapnya patut dipuji.
Apakah salut bisa dipakai dalam tulisan resmi?
Bisa, tetapi sebaiknya dalam kalimat utuh. Seruan salut lebih cocok untuk percakapan santai.