Ribut: gaduh, bertengkar, dan angin ribut
Ribut berarti gaduh, ramai bunyinya, atau bertengkar; dalam bahasa Melayu Malaysia kata ini juga berarti badai.
Ruang kelas yang tiba-tiba ribut langsung terasa sulit dikendalikan. Ribut menggambarkan suasana yang gaduh, atau keadaan ketika dua pihak berselisih dengan suara keras. Lawan katanya adalah tenang, dan kata ini dekat dengan bising meski tidak persis sama.
- Gaduh, banyak bunyi. *Anak-anak ribut di halaman.*
- Bertengkar atau berselisih. *Mereka ribut soal tempat duduk.*
- Kacau, tidak teratur. *Pasar pagi tampak ribut oleh pembeli.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| ribut | gaduh | Jangan ribut di perpustakaan. |
| meributkan | mempersoalkan dengan gaduh | Mereka meributkan hal sepele. |
| keributan | kegaduhan | Keributan terdengar dari seberang jalan. |
| peribut | orang yang suka ribut | Ia dikenal sebagai peribut. |
| angin ribut | badai | Angin ribut menumbangkan pohon. |
Contoh dalam kalimat
- Tetangga kami tidak pernah ribut kalau malam tiba.Pemakaian paling umum, bermakna tidak gaduh.
- Warga meributkan batas pagar yang bergeser beberapa sentimeter.Meributkan berarti mempersoalkan dengan heboh.
- Keributan di kantin berhenti ketika guru masuk.Bentuk benda dari ribut.
Ribut di Indonesia dan di Malaysia
- Di Indonesia, ribut terutama berarti gaduh atau bertengkar.
- Di Malaysia, *ribut* sering berarti badai, misalnya *ribut petir* untuk hujan disertai petir.
- Jejak arti badai masih ada di Indonesia lewat ungkapan *angin ribut*.
- Bagi penutur Indonesia, kalimat Malaysia *ribut melanda pantai* bisa terdengar seperti keributan, padahal maksudnya badai.
Apa arti ribut di Malaysia?
Di Malaysia kata ini lazim berarti badai atau angin kencang, sedangkan di Indonesia berarti gaduh.
Apa bedanya ribut dan bising?
Ribut menekankan kegaduhan karena aktivitas atau pertengkaran, sedangkan bising menekankan suara yang mengganggu telinga.