Peniru: orang yang menyalin tingkah atau karya orang lain
Peniru adalah orang yang meniru, yaitu mencontoh perbuatan, gaya, atau hasil karya orang lain.
Peniru adalah orang yang meniru sesuatu, entah suara, gaya, tulisan, atau tindakan. Kata ini berasal dari akar *tiru*. Meniru tidak selalu buruk; anak kecil belajar bicara dan berjalan justru dengan meniru orang di sekitarnya. Nilai kata ini ditentukan oleh apa yang ditiru dan untuk apa.
- Orang yang mencontoh. *Adik adalah peniru ulung gaya kakaknya.*
- Penghibur yang menirukan suara. *Peniru suara itu menghibur penonton.*
- Orang yang menjiplak karya. *Peniru karya seniman itu dicela publik.*
Bentuk kata
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | tiru | contoh |
| me- | meniru | mencontoh |
| di- | ditiru | dicontoh |
| pe- | peniru | orang yang meniru |
| -an | tiruan | hasil meniru |
| ter- | tertiru | tanpa sengaja meniru |
Peniru dalam kalimat
- Anak-anak adalah peniru yang cepat.Gambaran positif.
- Peniru suara itu menirukan suara berbagai hewan.Konteks hiburan.
- Karya itu hanya tiruan, bukan karya asli.Contoh pemakaian *tiruan*.
Meniru, menjiplak, dan menteladani
Tiga kata ini berdekatan, tetapi nuansanya berlainan. *Meniru* berarti mencontoh, *menjiplak* berarti menyalin hasil orang lain tanpa mengaku, dan *meneladani* berarti mengikuti contoh baik. Ketiganya mengingatkan kita pada teladan yang patut dicontoh. Hanya yang terakhir yang hampir selalu bernada terpuji. Hasil meniru disebut tiruan, seperti bunga tiruan atau kulit tiruan. Sementara itu, burung beo terkenal sebagai peniru suara manusia, sehingga kata ini kadang dipakai bergurau untuk orang yang sekadar mengulang ucapan.
Apa beda meniru dan menjiplak?
Meniru berarti mencontoh, sedangkan menjiplak menyalin hasil karya orang lain tanpa mengakui sumbernya.
Apakah meniru selalu buruk?
Tidak. Meniru contoh yang baik justru merupakan cara belajar.