Apa itu merkuri dan mengapa disebut juga air raksa?
Merkuri adalah unsur logam berlambang Hg yang berwujud cair pada suhu ruang. Dalam bahasa Indonesia, merkuri juga disebut raksa atau air raksa.
Merkuri adalah satu-satunya logam yang berwujud cair pada suhu ruang. Merkuri itu logam yang mengalir seperti air, tetapi jauh lebih berat dan beracun. Karena itu, orang Melayu sejak lama menyebutnya *air raksa*.
- Unsur kimia logam berlambang Hg. *Merkuri memiliki nomor atom 80.*
- Air raksa dalam alat ukur. *Termometer lama berisi merkuri.*
- Zat pencemar. *Limbah tambang emas ilegal sering mengandung merkuri.*
- Bahan dalam produk berbahaya. *Krim pemutih bermerkuri dilarang beredar.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Kelas kata | Arti |
|---|---|---|
| merkuri | nomina | logam cair berlambang Hg |
| raksa / air raksa | nomina | nama lain merkuri |
| bermerkuri | verba | mengandung merkuri |
| Merkurius | nama diri | planet terdekat ke Matahari |
| keracunan merkuri | frasa nomina | sakit akibat zat merkuri |
Contoh dalam kalimat
- Jangan memegang merkuri dari termometer yang pecah.Kalimat peringatan; merkuri berbahaya bila disentuh atau uapnya dihirup.
- Pemerintah menarik kosmetik bermerkuri dari pasaran.Bermerkuri adalah bentuk ber- yang lazim dalam berita.
- Planet Merkurius mengelilingi Matahari dalam 88 hari.Nama planet ditulis Merkurius, bukan merkuri.
Merkuri, raksa, dan Merkurius
Nama merkuri diambil dari dewa Romawi Merkurius, pembawa pesan yang terkenal cepat; logam ini bergerak lincah seperti dirinya. Lambang kimianya, Hg, berasal dari kata Latin *hydrargyrum*, yang berarti perak cair. Dalam bahasa Indonesia, nama planet tetap ditulis *Merkurius*, sedangkan nama unsur ditulis *merkuri*. Kata *raksa* sendiri sudah lama ada dalam bahasa Melayu, sehingga pelajaran kimia di sekolah sering menyebut keduanya. Lihat juga timah, logam lain yang penting dalam sejarah tambang di Indonesia.
Apakah merkuri dan air raksa sama?
Ya. Keduanya merujuk pada unsur yang sama dengan lambang Hg.
Mengapa merkuri berbahaya?
Merkuri dan uapnya beracun bagi saraf dan ginjal, sehingga pemakaiannya kini dibatasi.