Apa arti drama? Dari panggung sampai layar kaca
Drama adalah karya sastra yang dipentaskan lewat dialog dan laku para pemain. Dalam percakapan sehari-hari, kata ini juga berarti kejadian penuh ketegangan atau emosi.
Kata drama dipakai di ruang kelas, di gedung teater, dan di obrolan teman. Satu kata bisa berarti naskah yang dipentaskan sekaligus kejadian heboh di kehidupan nyata. Karena itu konteks kalimat menentukan maknanya, apalagi saat membicarakan teater.
- Karya sastra untuk dipentaskan. *Siswa kelas sembilan membaca naskah drama Bawang Merah Bawang Putih.*
- Pementasan atau tayangan bercerita. *Drama keluarga itu tayang setiap malam.*
- Peristiwa yang penuh konflik dan emosi. *Pertandingan itu berakhir dengan drama adu penalti.*
- Sikap berlebihan saat bereaksi (percakapan). *Jangan bikin drama, ini cuma salah paham kecil.*
Bentuk turunan
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Pelaku | dramawan | penulis atau penggubah drama |
| Kata sifat | dramatis | bersifat seperti drama; mengejutkan |
| Kata kerja | mendramakan | mengubah menjadi drama |
| Kata benda | dramatisasi | pengubahan cerita menjadi drama |
| Kata benda | dramaturgi | ilmu tentang penyusunan lakon |
Contoh dalam kalimat
- Kelompok kami akan mementaskan drama tentang Malin Kundang.Pemakaian baku di sekolah: drama sebagai karya panggung.
- Perubahan skor di menit akhir terasa sangat dramatis.Kata sifat dramatis dipakai untuk kejadian yang menegangkan.
- Dia selalu mendramatisasi masalah kecil.Memberi kesan berlebihan; nada percakapan akrab.
Asal kata
Kata ini berasal dari bahasa Yunani *drama* yang berarti perbuatan atau tindakan, dari kata kerja *dran* yang artinya bertindak. Bahasa Indonesia mengambilnya lewat bahasa Belanda dan Inggris. Maknanya pun masuk akal: drama adalah cerita yang diperbuat, bukan sekadar dituturkan. Pelakunya disebut aktor atau aktris, dan alur ceritanya sering berisi konflik yang memuncak.
Apa bedanya drama dan sandiwara?
Keduanya sering dipakai bergantian. Drama menekankan naskah sebagai karya sastra, sedangkan sandiwara menekankan pementasannya.
Apakah drama harus sedih?
Tidak. Drama bisa lucu, tegang, atau mengharukan. Yang dihitung adalah bentuknya sebagai lakon dengan konflik.